Fotografi
Istilah fotografi berasal dari dua kata Yunani phos dan graphe. Phos berarti cahaya, sementara graphe berarti melukis atau menggambar. Dengan demikian, berdasarkan akar katanya fotografi diartikan sebagai “melukis atau menggambar dengan menggunakan cahaya”. Istilah fotografi diperkenalkan pertama kalinya oleh Antoine Hercules Romuald Florence, seorang pedagang obat yang menemukan teknik poligrafi di tahun 1832. Ia menggunakan istilah fotografi untuk menggambarkan proses pembuatan gambar secara permanen dari pelat kaca yang sudah digores, lalu diletakkan di atas kertas yang diberi campuran kimia perak klorida yang sensitif cahaya dan larutan amonia. Meskipun digunakan pertama kali oleh Florence, istilah ini tidak dipopulerkan Florence. Istilah ini menjadi semakin populer setelah digunakan John Herschel, seorang Inggris yang melakukan eksperimen kimiawi juga untuk menghasilkan gambar fotografis. Herschel menggunakan kata “spesimen fotografis” dalam surat kepada Talbot. Menurut Maynard, fotografi merupakan sains (atau lebih tepatnya seni) menghasilkan gambar dengan menggunakan aktivitas penandaan (marking) pada suatu permukaan sensitif dengan menggunakan bantuan cahaya. Proses penandaan itu melibatkan peran teknologi optis-kimiawi (dalam fotografi analog) atau optis-elektronis
Sejarah Fotografi
Fotografi lahir di era revolusi industri Eropa dari kombinasi berbagai penemuan di bidang sains dan teknologi. Sebagai suatu teknologi, fotografi tidak ditemukan secara linear. Tidak diketahui persis siapa tokoh penemu fotografi secara eksklusif, sebab melibatkan banyak orang. Fotografi lahir dari kolaborasi dan kombinasi berbagai eksperimen yang saling melengkapi yang berlangsung di beberapa tempat sekaligus. Marien mencatat adanya beberapa penemuan proses fotografis yang mirip oleh orang yang berbeda di tempat yang berbeda dalam waktu yang relatif sama.5 Sejarah fotografi di bagian ini dibagi menjadi tiga periode. Periode pertama adalah era pra-fotografi, yakni periode di mana teknologi optis dan kimiawi berkembang secara independen, dan belum dikolaborasikan secara utuh sebagai teknologi fotografi. Periode ini ditandai dengan adanya penemuan dan penggunaan alat-alat optik dan kimiawi sendiri-sendiri secara terpisah. Periode kedua adalah era fotografi analog, yakni periode penemuan dan penggunaan fotografi sebagai medium analog yang merupakan hasil kombinasi teknologi optik mekanik dan kimiawi. Periode ini ditandai dengan adanya kolaborasi antara teknologi optik mekanis dan kimiawi, yang dapat diamati dari era fotografi Daguerre hingga fotografi film di abad ke-20. Periode ketiga adalah era fotografi digital, yakni periode penemuan dan penggunaan fotografi sebagai medium digital yang merupakan hasil kombinasi teknologi optik dan teknologi informasi digital. Periode ini ditandai dengan adanya kolaborasi antara teknologi optik mekanis dan digital (komputer), yang terjadi sejak abad ke-20 hingga saat ini.
Komentar
Posting Komentar